Selayar, fajarsulawesi.com– Sikap arif dan bijak ditunjukkan Bupati Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, H. Muh. Natsir Ali menanggapi persoalan kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai sejumlah pihak sebagai salah satu faktor kurang berjalan optimalnya program pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana prasarana kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
H. Muhammad Natsir Ali berharap agar persoalan efisiensi anggaran bisa segera berlalu dan berakhir paling lambat di penghujung tahun 2025.
Persoalan defisit anggaran diharapkannya bisa segera tidak sampai menyeberang tahun.
Bupati Natsir Ali berharap banyak agar kebutuhan infrastruktur dasar dan sarana prasana yang selama ini menjadi harapan warga masyarakat bisa segera terealisasi tahun depan.
Meski begitu, kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat, tidak lantas membuat sosok bupati, berlatar belakang pengusaha di bidang jasa konstruksi itu kemudian menjadi patah arang.
Pemerintah Kabupaten Selayar diam diam telah menyusun skenario dan menyiapkan sejumlah strategi untuk mensiasati agar kebijakan pembangunan infrastruktur jalan serta sarana prasarana yang membutuhkan sentuhan pembenahan tetap dapat berjalan di tengah permasalahan efisiensi anggaran.
Kegiatan pembenahan infrastruktur jalan Bontosikuyu, kota Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Buki dan Bontomate’ne rencananya akan dilaksanakan dengan sistem kontrak multiyears, sebesar tiga puluh milyar rupiah.
Bilapun ternyata, ketersediaan anggaran di tahun 2025 dibatasi hanya sampai pada angka satu koma lima milyar rupiah.
Maka nilai kontrak berikutnya, akan diupayakan pembayarannya senilai sepuluh milyar rupiah melalui pos anggaran tahun 2026.
Pembayaran kontrak, kata dia akan disesuikan dengan estimasi kemampuan keuangan daerah.
Sementara sisa pelunasan nilai kontrak, akan dicicil pada tahun anggaran selanjutnya, tegas Natsir Ali dengan nada optimis.
Pernyataan ini dilontarkan bupati Natsir Ali saat berkesempatan menerima kunjungan sesi wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya, Senin, (5/5) siang. (Fadly Syarif)





