MAKASSAR — beritakitanews.id – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada 5 Oktober 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan semangat kebersamaan antara TNI, insan pers, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di momentum tersebut, Ketua DPW Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (APPI) Sulawesi Selatan, Muh Ali Sakti, A.Md., C.LA-D., bersama Sekretaris Kamaluddin, jajaran pengurus dan seluruh anggota APPI Sulsel, menyampaikan ucapan Dirgahayu TNI ke-81 dengan mengusung semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat.”

Menurut APPI Sulsel, tema tersebut memiliki makna yang sangat kuat. Kekuatan TNI tidak semata-mata bertumpu pada kemampuan pertahanan dan alutsista, tetapi juga pada kedekatan serta kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Dalam konteks kehidupan demokrasi, pers juga memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, mencerdaskan, dan mampu memperkuat persatuan bangsa.

“TNI kuat karena bersama rakyat, dan pers kuat karena bersama kebenaran. Di usia ke-81 ini, kami memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI yang telah mengabdikan diri menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Muh Ali Sakti.

Ia menegaskan, tantangan menjaga kedaulatan bangsa pada era digital semakin kompleks. Ancaman terhadap persatuan tidak hanya datang dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, disinformasi, provokasi, serta berbagai narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu, APPI Sulsel memandang sinergi antara TNI dan pers perlu terus dibangun dalam koridor profesionalisme, independensi, serta kepentingan nasional.

“Pers dan TNI memiliki tugas yang berbeda, tetapi tujuan besarnya sama, yakni menjaga Indonesia tetap aman, berdaulat, bersatu dan kuat. TNI menjaga kedaulatan negara, sementara pers ikut menjaga kedaulatan informasi melalui pemberitaan yang benar dan bertanggung jawab,” tegasnya.

APPI Sulsel juga mengapresiasi pengabdian TNI selama 81 tahun yang tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan negara. Dalam berbagai kondisi, prajurit TNI turut hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana, kegiatan sosial, pembangunan, serta berbagai tugas kemanusiaan.

Bagi APPI, kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari hubungan emosional antara prajurit dan rakyat yang harus terus dirawat.

Di sisi lain, pers memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik tidak justru memperkeruh keadaan. Media dituntut menjadi ruang informasi yang sehat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Ketika TNI kuat bersama rakyat dan pers sehat bersama kebenaran, maka kita memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan. APPI siap mengambil bagian dalam menjaga kedaulatan informasi, melawan hoaks, serta menguatkan narasi persatuan dan kebangsaan,” ungkap Muh Ali Sakti.

APPI Sulsel berharap momentum HUT ke-81 TNI tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan NKRI di atas kepentingan kelompok.

Ucapan penghormatan dan apresiasi juga disampaikan kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia maupun di luar wilayah penugasan, atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dirgahayu TNI ke-81.
TNI Kuat Bersama Rakyat.
Pers Sehat, TNI Kuat, Indonesia Berdaulat.

 

Red