Selayar, fajarsulawesi.com– Giat peninjauan lokasi longsor dan infrastruktur jalan amblas di Dusun Ra’ra, Desa Kayu Bau, Kecamatan Bontomate’ne
kembali dilakukan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) usai beredarnya postingan pohon kelapa yang ditanam di lokasi longsoran jalan di Dusun Ra’ra, sehari setelah kegiatan peninjauan awal oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD.
Kegiatan peninjauan kali kedua, dilakukan jajaran BPBD, Senin, (30/6) sore dengan melibatkan tim tekhnis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU TR).
Beberapa kesimpulan penting dihasilkan dari kegiatan peninjauan rencana tindaklanjut dan agenda penanganan darurat pasca terjadinya longsoran akses jalan yang ikut merusak kolam penampungan serta memicu putusnya aliran pipa air bersih di Dusun Ra’ra.
Rencana pengerukan tanah, pembersihan lahan, dan pembangunan akses jalan alternatif darurat menjadi salah satu bagian dari kesimpulan penting yang dihasilkan melalui kesepakatan bersama masyarakat, Camat Bontomate’ne, BPBD, serta tim tekhnis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang (PU TR).
Langkah pengukuran telah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU TR) sebagai tindakan awal penanganan secara darurat dampak longsoran akses awal.
Kepala bidang kedaruratan dan Logistik BPBD, Muhammad Ikbal, SE mengutarakan, langkah penanganan darurat dilakukan sebagai salah satu bentuk kehadiran, kepedulian, respon cepat pemerintah dalam upaya untuk memulihkan kembali stabilitas ekonomi dan membuka ruang mobilitas warga melalui kegiatan pembangunan akses jalan darurat.
Ikbal menyebut, eksekusi penanganan darurat akan diupayakan jajaran BPBD, bisa berjalan dalam waktu satu dua hari kedepan, akunya.
Terpisah, Camat Bontomate’ne, Andi Rusmin, S. Sos, menandaskan rencana pemerintah kecamatan untuk menghubungi dan meminta kesediaan pemilik lahan menghibahkan tanah miliknya untuk kepentingan pembangunan akses jalan darurat.
Kegiatan peninjauan serupa dilakukan jajaran BPBD bersama Dinas PU dan Tata Ruang, di lokasi longsoran jalan serta bangunan duicker yang terletak di Dusun Lebo Kohala, Desa Kohala, Kecamatan Buki.
Dari hasil peninjauan lokasi, tim gabungan terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas PU TR, bersepakat merencanakan pembangunan bronjong dan pembangunan duicker pengganti dengan mempertimbangkan kondisi duicker lama yang sudah goyang dan rawan amblas, pasca musibah longsor, hari, Minggu, (29/6).
Kesimpulan ditarik dari hasil pengukuran lokasi akses jalan, anak sungai, dan duicker yang mengalami longsor. (Fad)





