Selayar, fajarsulawesi.com– Di antara berbagai dinamika Pelaksanaan dua Hari Raya di Selayar, Idul Fitri dan Idul Adha 1446 H, ada momentum khusus dan cukup menarik yang sempat terpantau oleh wartawan.

Wakil Bupati Dua periode, 2010-2015 dan 2021 – 2024, Saiful Arif, dua kali berturut turut terpantau bertindak selaku khatib shalat Id.

Saiful Arif, tampil pertama kali menjadi khatib, pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, skala kabupaten, bertempat di Lapangan Pemuda Benteng yang dihadiri oleh sejumlah petinggi di Selayar, baik sipil maupun militer.

Sosok muballigh dan sekaligus Ketua Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar tersebut, kembali tampil untuk kali kedua sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Adha, yang jatuh pada Hari Jumat, (6/6) yang diselenggarakan, di Masjid Nurul Jihad, Karebosi, Desa Kohala, Kecamatan Bontomanai.

Menariknya, saat Idul Fitri, Saiful Arif tampil di Lapangan Pemuda Benteng dengan skala kabupaten, sedang di Idul Adha, tampil di Masjid Nurul Jihad, Karebosi, Desa Kohala, Kecamatan Buki, dengan level dusun.

Tidak semua muballigh bisa memaklumi harapan masyarakat dalam kondisi yang sangat kontras, di tahun yang sama, bahkan hanya selang 70 hari, Idul Fitri dan Idul Adha, tampil di dua lokasi yang sangat jauh kondisi levelnya, papar beberapa tokoh masyarakat ketika dimintai tanggapannya tentang kesediaan Saiful bertugas sebagai Khatib di level dusun, padahal sebelumnya bertugas di level kabupaten. *”Tapi itulah Saiful Arif, begitulah Pak Saiful”, lanjut tokoh yang tak berkenan dikenal identitasnya.

Tiba di Masjid Nurul Jihad, Karebosi sekira pukul 06.36 Wita, Saiful Arif yang didampingi isteri tercinta, Hj. Nurhaidah Hafid, disambut hangat penuh antusias PHBI, dan para tokoh setempat.

Memasuki area Masjid, Saiful Arif, langsung menempati shaft barisan kedua dan menunaikan shalat Tahiyatul Masjid lalu bergabung dengan jamaah mengumandangkan Takbir, Tahlil dan Tahmid.

Sekitar 35 menit Saiful Arif membakar semangat para jamaah untuk menyelami luasnya samudra Al Kautsar yang bertabur cukup banyak angka *”10″* seraya mendorong para jamaah untuk meningkatkan kuantitas dan Kualitas Hablimminallaah dan Hablumminannas agar melahirkan SDM aparat dan SDM masyarakat yang berkualitas menuju Selayar yang *”baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghafuur”*.

Di selah khotbahnya, Saiful Arif langsung pamit pada panitia dan jamaah untuk segera kembali ke Benteng, karena harus mengordinir penyembelihan hewan kurban, 31 ekor sapi dan 1 ekor kambing. (Ed)