Selayar, Fajar Sulawesi– Pesta demokrasi pemilihan ketua dan wakil ketua osis periode 2025-2026 digelar SMP Babussalam, Ponpes Babussalam Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Jum’at, (2/5) bertepatan dengan Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025.
Rangkaian kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua osis dihelat sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi secara dini di lingkungan sekolah dan anak didik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pihak sekolah untuk menanamkan serta melatih peserta didik untuk belajar menerapkan praktik demokrasi sehat dan cerdas yang menjunjung tinggi azas keterbukaan, transparansi, langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber).
Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua osis SMP Babussalam, diselenggarakan di lapangan terbuka dengan melibatkan unsur panitia pemilihan sebagai penyedia tempat pemungutan suara (TPS), logistik kotak suara, papan rekapitulasi suara, serta kelengkapan penunjang pemilihan lainnya.
Layaknya sebuah rangkaian pemilihan umum (Pemilu) pada umumnya, lokasi pemilihan ketua osis disetting dan didesign istimewa menyerupai tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu yang bertujuan untuk mengenalkan proses berdemokrasi dan praktik pemilihan umum (pemilu) mendekati aslinya.
Tiga pasangan bakal calon ketua dan wakil ketua osis yang dilibatkan sebagai kandidat dalam penyelenggaraan pemilihan ketua osis (Pemilos) di dudukkan di dalam lokasi pemungutan suara (TPS) dan menyaksikan secara langsung jalannya tahapan pemilihan yang dipandu panitia pemilihan dari unsur peserta didik.
Panitia hadir dengan mengenakan atribut lengkap yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai bagian dari kelengkapan logistik pemilihan.
Selain kandidat bakal calon ketua osis dan panitia pemilihan, sejumlah guru serta tenaga pendidik ikut hadir menyaksikan jalannya tahapan pemilos.
Pemilihan ketua dan wakil ketua osis SMP Babussalam melibatkan tiga pasangan bakal calon yang terdiri dari : M. Aswad – Lulita Zahra (Aswalita), M. Altaf – Fatimah Azzahra (Alfatia), dan Shindy Sartika – Restu Aulia (Shinrea).
Enam logistik bilik suara serta kelengkapan kotak suara dipersiapkan panitia pemilihan.
Peserta didik yang hadir sebagai wajib pilihpun mengikuti tata tertib dan prosedur layaknya momen pemilihan umum.
Sebelum memberikan suara, siswa yang menjadi bagian dari peserta pemilihan dipandu untuk mengisi daftar hadir serta melakukan proses pencoblosan berdasarkan antrian dan selanjutnya mencelupkan jari ke tinta.
Proses pemilihan ketua dan wakil ketua osis (Pemilos) SMP Babussalam, terselenggara dengan aman, tertib, dan lancar dengan terpilihnya pasangan M. Aswad – Lulita Zahra (Aswalita) yang ditetapkan secara resmi sebagai ketua dan wakil ketua osis terpilih periode 2025-2026 dengan total perolehan 36 suara.
Sementara pasangan M. Altaf – Fatimah Azzahra (Alfatia) menempati posisi peraih suara terbanyak kedua dengan total perolehan sebanyak tiga puluh suara.
Sedangkan pasangan Shindy Sartika – Restu Aulia (Shinrea) hanya memperoleh total enam (6) suara. Sisanya, suara tidak sah sebanyak, tujuh.
Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, H. Muhammad Haitami menuturkan, “pemilihan ketua dan wakil ketua osis yang menerapkan sistem satu orang satu suara (one man one vote) lebih real dan bisa dipertanggung jawabkan hasilnya. Terlebih lagi, pemilihnya merupakan santriwan-santriwati SMP Babussalam dengan usia yang rata rata hampir sebaya.
H. Muhammad Haitami menandaskan, “kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua osis (Pemilos) SMP Babussalam, idealnya diikuti oleh sebanyak seratus tujuh orang santri”.
Akan tetapi, beberapa diantaranya, sementara izin untuk mengikuti tahapan pendaftaran SMA jalur prestasi, pungkasnya. (Fadly Syarif)





