Jakarta, Fajar Sulawesi– Musyawarah nasional (Munas) Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Masyarakat Bulukumba (DPP KMB) yang digelar di Hotel Ciputra Jakarta, Jum’at, (25/4) malam lalu, kembali menobatkan Jumrana Salikki, sebagai nakhoda organisasi paguyuban masyarakat Bulukumba di perantaun.
Jumrana Salikki, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP KMB versi munas Hotel Ciputra, Jakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP KMB terpilih, Jumrana Salikki menguraikan arti pentingnya kemandirian organisasi dan semangat gotong royong.
Kerukunan masyarakat Bulukumba disebutnya memegang posisi strategis dalam merekatkan komunikasi dan membangun kebersamaan baik untuk kepentingan kampung halaman, internal, KKSS, maupun eksternal.
Sebagai salah satu organisasi paguyuban, kerukunan masyarakat Bulukumba juga turut andil dan aktif mendukung program-program unggulan KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) demi kemajuan bersama,”.
Dikatakannya, “Organisasi harus terus didorong mengambil peran dalam mengorganisir seluruh potensi warga dan selanjutnya menyebar energi positif di lingkungan domisili masing masing.
Sosok tokoh perempuan tersebut juga bangga melihat lekatnya keterikatan emosional pengurus dan masyarakat Bulukumba terhadap tanah kelahiran yang diharapkan akan menjadi kekuatan utama dalam membangun roda organisasi.
“Kami bangga membangun kebersamaan, rasa persaudaraan, saling memiliki dan bergerak bersama”.
“Apa yang dimiliki warga KM Bulukumba, pada akhirnya akan kembali ke kampung halaman,”sambung Jumrana yang juga merupakan Mantan Wakil Ketua Umum BPP KKSS.

Selain menobatkan terpilihnya kembali Jumrana Salikki sebagai sosok ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Masyarakat Bulukumba, musyawarah nasional (Munas) DPP KMB, turut mengilhami bertemunya komponen Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan masyarakat dan sejumlah tokoh warga masyarakat Bulukumba di perantauan, salah seorang diantaranya, H. Mustafa.
Anak dari H. As’ad, salah seorang pemilik kawasan perkebunan cengkeh di Cilibbo, Desa Mattirowalie, Kecamatan Kindang.
Ayahnya, H. As’ad yang saat ini, berdomisili di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, pernah mengajar di salah satu sekolah di Cilibbo, Desa Mattirowalie.(fadly syarif/Humas)
”





